Simple-looking outside, complicated-thinking inside.
エルウィ
Hendaknya saudaramu mendapatkan tiga hal darimu:
- Apabila engkau belum bisa memberinya manfaat, janganlah sampai memberinya mudharat,
- Apabila engkau belum bisa memberinya bahagia, janganlah sampai memberinya duka nestapa, dan
- Apabila engkau belum bisa memujinya, janganlah sampai mencela dan merendahkannya”
(Yahya bin Mu’adz Ar-Razi) @ Risalah Al-Qusyairiyah, Imam Al-Qusyairi.
(Source: isnidalimunthe)
Kemarin malam saya mendapat SMS dari seorang sahabat mengenai puasa Rajab.
Ini isi SMS-nya:
Tanggal 21 Mei kita masuk 1 Rajab 1433 H. Barang siapa puasa 3 hari di awal bulan Rajab maka dosanya akan diampuni selama 6 tahun. Dan yang puasa di hari kamis, jumat, sabtu berturut-turut di bulan Rajab maka pahalanya ibadah 700 tahun. Barang siapa yang mengingatkan orang lain tentang hal ini seakan ibadah 80 tahun.
Ayo berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. :D
“Apakah yang menyebabkan kamu semua masuk neraka Saqar? Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat.” - Al-Muddatstsir : 42-43
Siksaan ketika hidup di dunia:
- Allah kurangkan keberkahan umurnya
- Rezekinya dipersempit oleh Allah
- Tidak ada tempat baginya di sisi agama Islam
- Doanya tertolak
- Hilangnya cahaya sholeh dari wajahnya
- Amal kebaikan yang dilakukannya tidak diberi pahala
- Akan menghadapi sakaratul maut dalam keadaan hina
- Matinya dalam keadaan menahan kelaparan dan kehausan walaupun diberi minum air sebanyak 7 lautan
- Allah akan menyempitkan kuburnya sesempit-sempitnya
- Kuburnya dalam keadaan gelap gulita
- Allah akan menyiksa dengan pedih hingga akhir kiamat
- Mereka akan dibelenggu ke padang Mahsyar oleh malaikat
- Allah tidak akan memandangnya dengan belas kasihan
- Allah tidak akan mengampuni dosanya
- Dan mereka akan disiksa dengan keras di dalam neraka
- Subuh : Mereka akan disiksa selama 60 tahun di dalam neraka
- Dzuhur : Dosanya seperti membunuh 1.000 jiwa orang Islam
- Ashar : Dosanya seperti meruntuhkan Ka’bah
- Magrib : Dosanya seperti mereka berzina dengan orang tuanya
- Isya : Allah tidak ridha mereka hidup di bumu-Nya
sumber: tulisan yang ada di suatu masjid yang berada di belakang hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta.Benar tidaknya isi tulisan ini, tapi semoga tetap menjadi pacuan kita agar tak pernah meninggalkan shalat sekalipun, sesibuk apapun kita dalam mengejar dunia yang tak ada limitnya.
Iseng surfing di internet, akhirnya ane menemukan cerita yang menurut saya cukup bagus nih buat jadi renungan. Langsung aja cekidot gan.
Kisah ini saya dapatkan saat mengikuti kajian bersama Ibu Fathiya Khatib siang ini. Beliau bercerita bahwa pada suatu ketika, beliau pergi dengan menggunakan taksi. Beliau lantas terlibat percakapan dengan sang supir taksi tersebut.
” Bu.. Ibu sudah lama pake jilbab? Dari kapan?”
” Wah..dari kapan ya? Dari lulus SMA”
” Tapi Ibu Islam kan?”
Ibu Fathiya pun heran kenapa sang supir menanyakan hal tersebut. Ternyata, setelah berbincang-bincang lebih lanjut, sang supir pun menceritakan kisahnya.
Alkisah, pada suatu hari, supir taksi ini mendapat penumpang seorang wanita berjilbab. Tak berapa lama, supir dan perempuan muda itu terlibat perbincangan, yang hampir mirip dengan perbincangan sang supir dengan Ibu Fathiya tadi.
” Mbak, sejak kapan pakai jilbab?” tanya supir taksi.
” Oh, saya bukan muslim Pak…” jawab si wanita, yang tentu saja membuat sang supir kaget bercampur heran.
” Saya suka aja pakai jilbab. Rasanya nyamaan gitu kalo pake jilbab. Orang-orang nggak berani macem-macem, nggak godain, saya ngerasa aman,” begitu kata wanita itu. Lantas lanjutnya, ” ..sayang, orang muslim sendiri tidak paham dengan jilbab.”
***
See? Bahkan mereka yang notabene bukan muslimah pun tau betapa pentingnya menutup aurat. Sementara di antara para muslimah itu sendiri masih ada yang ragu untuk mulai menjalankan perintah Allah ini.
Semoga kisah yang sedikit ini dapat kita jadikan renungan bersama
sumber: http://andiahzahroh.multiply.com/journal/item/357/Kisah_Supir_Taksi_dan_Gadis_Berjilbab?replies_read=16
Engkau mengaku cinta kepada ALLAH SWT tetapi engkau masih mencintai selain DIA. DIA adalah DZAT yang suci, sedangkan yang selain DIA adalah noda. Apabila engkau mengotori sesuatu yang suci dengan mencintai selain DIA, maka cintamu telah tercemar. ALLAH akan memperlakukanmu sebagaimana memperlakukan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ya’kub as ketika keduanya terlalu mencintai anak-anaknya, maka ALLAH menguji mereka dengan anak tersebut (Nabi Ibrahim diperintahkan menyembelih Nabi Ismail as, Nabi Ya’kub as dipisahkan dari Nabi Yusuf as). Demikian halnya dengan Nabi Muhammad saw ketika Beliau terlalu mencintai kedua cucunya, Hasan dan Husain, maka Jibril datang dengan membawa kabar duka, bahwa salah satu dari mereka akan meninggal dunia dengan cara diracun dan yang satunya lagi mati terbunuh. Maka keduanya keluar dari hati Beliau, Beliau memurnikan hatinya kembali untuk ALLAH SWT lalu berubahlah rasa cinta kepada keduanya menjadi kesedihan (Syaikh Abdul Qadir Jailani).
sumber: https://www.facebook.com/pages/Islamic-Motivation/111078035611992


